
Cara Nego Gaji Virtual Assistant: 11 Strategi Efektif yang Wajib Dicoba

Athika Rahma
SEO Specialist Virtual Assistant at SGBVA
- Maret 31, 2025
- Remote Work Tips
Saat mendapatkan tawaran kerja baru sebagai Virtual Assistant (VA), kamu mungkin pernah merasa bingung. Di satu sisi, kamu ingin mendapatkan bayaran yang lebih tinggi karena biaya hidup semakin naik. Tapi di sisi lain, kamu khawatir kalau negosiasi bisa membuatmu terlihat terlalu fokus pada uang dibandingkan pekerjaan itu sendiri.
Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak VA yang juga mengalami dilema ini. Kabar baiknya, ada cara nego gaji yang bisa kamu lakukan dengan percaya diri tanpa merasa canggung. Dalam artikel ini, kita akan membahas 11 strategi efektif untuk menegosiasikan gaji sebagai VA.
In this article...
1. Riset Nilai Posisi di Pasar

Cara nego gaji ialah memastikan kamu tahu berapa kisaran bayaran untuk posisi Virtual Assistant di industri ini. Pastikan kamu meminta bayaran yang sesuai dengan standar industri tersebut. Caranya:
- Gunakan tools riset gaji. Cek platform seperti PayScale, Glassdoor, LinkedIn Salary Insights, atau platform VA seperti Upwork dan Freelancer untuk mengetahui standar harga di bidangmu.
- Sesuaikan dengan pengalamanmu. Jika kamu punya pengalaman lebih banyak atau keahlian khusus, tentu kamu bisa meminta bayaran yang lebih tinggi. Apakah kamu pernah memimpin proyek yang sukses? Meningkatkan penjualan? Mengembangkan strategi yang membuat klien lebih efisien? Semua pencapaian ini bisa menjadi bahan yang kuat saat negosiasi nanti.
- Pertimbangkan lokasi klien. Jika klien berasal dari negara dengan ekonomi yang lebih kuat, mereka biasanya memiliki budget lebih besar untuk menggaji seorang VA.
Semakin dalam risetmu, semakin kuat posisimu saat negosiasi!
2. Tentukan Target Gaji yang Jelas

Setelah mengetahui harga pasaran, cara nego gaji selanjutnya ialah menetapkan target gajimu. Ada tiga angka yang harus kamu tentukan:
- Minimum Rate: Angka terendah yang masih bisa kamu terima.
- Target Rate: Angka ideal yang sesuai dengan pengalaman dan keahlianmu.
- Stretch Rate: Angka lebih tinggi dari targetmu untuk memberi ruang negosiasi.
Misalnya, jika berdasarkan risetmu harga pasaran adalah $25/jam, kamu bisa membuatnya seperti ini:
- Minimum Rate: $20/jam
- Target Rate: $30/jam
- Stretch Rate: $35/jam
Dengan strategi ini, kamu tidak akan menerima angka yang terlalu rendah dan tetap punya fleksibilitas saat negosiasi berlangsung.
Baca Juga: [TERBARU] Gaji Virtual Assistant Indonesia 2025: Per Jam, Bulan, Proyek
3. Mulai dengan Angka yang Lebih Tinggi

Jangan ragu untuk memulai negosiasi dengan angka yang sedikit lebih tinggi dari ekspektasimu. Misalnya, jika riset menunjukkan tarif rata-rata VA dengan keahlianmu adalah $30 per jam, kamu bisa membuka negosiasi di angka $35 per jam.
Cara nego gaji ini disebut “anchoring,” yang membantu menetapkan standar awal dalam diskusi dan memberi ruang untuk negosiasi.
Tapi ingat, kamu juga harus bisa menjelaskan alasan di balik angka tersebut. Tunjukkan pengalaman, keahlian, dan pencapaian yang membuatmu layak mendapatkan tarif lebih tinggi.
4. Latih Cara Menyampaikan Negosiasi

Jangan sampai kamu gugup saat berbicara dengan klien! Berikut cara nego gaji yang bisa kamu siapkan:
- Latih skrip negosiasimu. Tulis poin-poin utama yang ingin kamu sampaikan dan latih berbicara di depan cermin atau bersama teman. Misalnya, bagaimana kamu akan menjelaskan nilai yang kamu bawa ke bisnis klien? Apa alasan di balik tarif yang kamu ajukan? Coba susun kalimat yang jelas dan profesional, lalu latih berbicara di depan cermin.
- Siapkan jawaban untuk penolakan. Tidak semua klien akan langsung setuju dengan tarif yang kamu ajukan. Jika klien berkata, “Kami tidak bisa membayar segitu,” jangan langsung menyerah. Kamu bisa menjawab dengan, “Saya memahami bahwa anggaran bisa menjadi pertimbangan, namun berdasarkan pengalaman saya dan nilai yang saya berikan, saya yakin angka ini layak.” Jika perlu, tambahkan contoh spesifik dari pekerjaanmu yang telah memberikan hasil nyata bagi klien sebelumnya.
- Berlatih dengan berbagai skenario. Pikirkan berbagai kemungkinan jawaban dari klien agar kamu tidak kaget saat negosiasi berlangsung:
Jika klien meminta tarif lebih rendah, bagaimana cara kamu merespons tanpa langsung menolak?
Jika klien meminta tambahan tugas tanpa menaikkan bayaran, bagaimana cara kamu menyikapi hal ini?
Jika klien ingin membayar dengan skema berbeda (misalnya, pembayaran per proyek dibandingkan per jam), bagaimana cara kamu menentukan apakah itu menguntungkan atau tidak?
Baca Juga: Apa itu Klien Virtual Assistant dan Strategi Mendapatkannya di 2025!
5. Bersikap Ramah dan Profesional

Cara nego gaji bukan soal memenangkan argumen dengan calon klien, tetapi tentang membangun kesepakatan yang saling menguntungkan. Untuk itu:
- Selalu tunjukkan rasa terima kasih atas tawaran yang diberikan.
- Tunjukkan antusiasme terhadap proyek dan bagaimana kamu bisa membantu klien.
- Jangan bersikap terlalu kaku atau terlalu menuntut, tetap fleksibel dalam pembicaraan.
Ketika klien merasa nyaman denganmu, mereka lebih mungkin mempertimbangkan kenaikan gaji.
6. Jangan Terima Tawaran Pertama Langsung

Saat klien memberikan angka pertama, jangan langsung menerimanya! Katakan sesuatu seperti:
“Terima kasih atas tawarannya. Saya sangat tertarik dengan proyek ini, dan saya ingin mempertimbangkan lebih lanjut sebelum memberikan jawaban akhir. Bolehkah saya kembali dengan jawaban dalam 24-48 jam?”
Cara nego gaji saat offering letter ini memberikan waktu bagi kamu untuk memikirkan apakah tawaran tersebut sudah sesuai atau masih bisa ditingkatkan.
Baca Juga: Mau Gaji Tinggi? Ini 9 Peluang Kerja Online Menghasilkan Uang yang Menjanjikan
7. Bangun Argumen yang Kuat

Membangun argumen yang kuat bahwa kamu pantas mendapatkan gaji yang kamu inginkan adalah salah satu cara nego gaji yang wajib kamu kuasai. Jika kamu ingin mendapatkan bayaran lebih tinggi, kamu harus bisa menjelaskan mengapa kamu layak mendapatkannya. Tunjukkan:
- Pencapaian nyata. Misalnya, kamu pernah berkontribusi terhadap peningkatan engagement media sosial klien sebesar 50%. Atau membantu tercapainya target penjualan hingga 110%.
- Keahlian khusus yang tidak semua VA miliki, seperti desain grafis atau pengelolaan email tingkat lanjut.
- Testimoni dari klien sebelumnya yang membuktikan kualitas kerjamu.
8. Pertimbangkan Benefit Selain Gaji

Jika klien tidak bisa menaikkan bayaran, cari keuntungan lain seperti:
- Jadwal kerja fleksibel
- Bonus proyek yang berhasil
- Pembayaran lebih cepat
- Kontrak jangka panjang dengan jaminan jam kerja minimum
Kadang, benefit ini bisa sama berharganya dengan gaji yang tinggi.
9. Dengarkan dengan Seksama

Cara nego gaji yang baik bukan hanya soal berbicara, tapi juga mendengarkan! Saat klien menjelaskan budget mereka atau kekhawatiran tertentu, dengarkan dengan baik dan cari peluang untuk menyesuaikan kesepakatan tanpa mengorbankan nilai yang kamu inginkan.
Baca Juga: Tips Tembus Lowongan Kerja Remote Admin Virtual Assistant di 2025
10. Ketahui Kapan Harus Berhenti

Tidak semua klien bisa atau mau membayar sesuai dengan standar yang kamu inginkan. Jika setelah negosiasi tetap tidak sesuai, jangan takut untuk menolak dengan sopan. Kamu bisa mengatakan hal seperti ini:
“Saya sangat menghargai kesempatan ini, tetapi sepertinya tawaran ini belum sesuai dengan kebutuhan saya saat ini. Saya harap kita bisa bekerja sama di lain kesempatan.”
Menolak klien yang tidak cocok adalah bagian dari cara nego gaji yang profesional. Kamu bisa membangun karir VA yang lebih sukses ke depannya!
11. Pastikan Semua Kesepakatan Tertulis

Jika sudah mencapai kesepakatan, pastikan semuanya tertulis dalam kontrak atau setidaknya email konfirmasi. Ini adalah salah satu cara nego gaji yang baik untuk mencegah kamu mengalami kerugian yang tidak diinginkan di masa depan. Hal-hal yang harus dicantumkan:
- Tarif gaji dan metode pembayaran
- Jam kerja dan cakupan tugas
- Ketentuan kontrak (misalnya durasi kerja, kebijakan pembatalan, dan lainnya)
Mulai Nego Gaji dengan Percaya Diri!
Dengan mengikuti cara nego gaji ini, kamu bisa mendapatkan gaji yang sesuai dengan nilai dan kemampuanmu sebagai Virtual Assistant. Jangan takut untuk bernegosiasi! Klien yang benar-benar menghargai keahlianmu pasti akan membayar dengan layak!
Jika kamu masih ragu dalam menentukan tarif layanan VA-mu, pertimbangkan untuk mengikuti SGB VA Course. Di sini, kamu bisa belajar lebih dalam bagaimana cara mendapatkan klien dan meningkatkan penghasilanmu sebagai pekerja remote.
Untuk mengetahui informasi kursus ini lebih lanjut, ikut webinar SGB VA, yuk! Daftar lewat link di bawah.
Kerja Remote Dibayar Dollar Sebagai VA
Bersama SGB VA mentor, Tania Gromenko, kamu akan mendapatkan tips dan trik menjadi virtual assistant sukses dalam hitungan pekan. Gabung lewat tautan di bawah sekarang!